Text
GAMBARAN MEDIA ALTERNATIF DARI TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans
Pendahuluan: Kandidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans, jamur yang mudah tumbuh di lingkungan lembab seperti Indonesia. Untuk mengidentifikasi infeksi ini, dibutuhkan media yang kaya nutrisi. Media sintetik seperti SDA memiliki harga yang relatif mahal dan ketersediaannya terbatas. Biji nangka diketahui mengandung nutrisi seperti karbohidrat dan protein yang berpotensi mendukung pertumbuhan jamur. Tujuan: Mengetahui tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) dapat dijadikan media alternatif untuk pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan experimental laboratory. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolat jamur Canndida albicans ATCC 14053 dari BBLK Surabaya dan biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) yang diperoleh dari Pasar Legi Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hasil: Konsentrasi 30% tumbuh 90 koloni pada fase lag, 125 koloni pada fase log dan 130 koloni pada fase stasioner. Konsentrasi 40% tumbuh 160 koloni pada fase lag, 200 koloni pada fase log dan 210 koloni pada fase stasioner. Konsentrasi 50% tumbuh 190 koloni pada fase lag, 285 koloni pada fase log dan 290 koloni pada fase stasioner. Konsentrasi 60% tumbuh >300 di semua fase. Hasil terbaik terlihat pada konsentrasi 60%. Kandungan karbohidrat dan protein mendukung pertumbuhan jamur. Selain itu, pemanfaatan limbah biji nangka menjadikannya alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan. Kesimpulan: Media tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) dapat dijadikan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans. Kata kunci: Media Alternatif, Tepung Biji Nangka, Candida albicans.
Tidak tersedia versi lain