ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH SAWO (Achras zapota) BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Isna Rahayu Fitriana
Farach Khanifah
Baderi Baderi

Abstract

Pendahuluan: Buah sawo merupakan buah potensial sebagai alternatif obat-obatan herbal dengan kandungan vitamin C sebesar 21 mg/100 gram. Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, dan melindungi lensa akibat radiasi. Penyimpanan buah sawo selama lima dan sepuluh hari pada suhu kamar setelah dipanen dapat mempengaruhi kualitas sawo. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan 0 hari, 5 hari dan 10 hari. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode puposive sampling dengan sampel buah sawo yang memenuhi kriteria. Variabel pada penelitian iniĀ  vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan menggunakan metode pemeriksaan titrasi iodimetri. Pengolahan data menggunakan coding dan tabulating. Hasil: Kadar vitamin C pada buah sawo dengan penyimpanan 0 hari sebesar 5,9 mg/100 gram, pada penyimpanan 5 hari sebesar 3,2 mg/100 gram, sedangkan pada penyimpanan 10 hari didapatkan hasil 2,7 mg/100 gram. Kesimpulan: Buah sawo yang baik untuk dikonsumsi adalah pada penyimpanan 5 hari dengan kadar vitamin C sebesar 3,2 mg/100 gram yang masih rendah dalam pemenuhan kebutuhan vitamin C pada tubuh. Saran: bagi dosen Prodi Analis STIKes ICMe Jombang beserta mahasiswa melaksanakan pengabdian Masyarakat dalam bentuk memberikan penyuluhan atau konseling tentang kandungan Vitamin C buah Sawo Kepada Masyarakat. Dan pada masyarakat agar memanfaatkan buah sawo yang disimpan sebelum 10 hari karena kadar vitamin C yang semakin menurun.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Fitriana, I., Khanifah, F., & Baderi, B. (2020). ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH SAWO (Achras zapota) BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN. Jurnal Insan Cendekia, 7(1, Maret), 34-39. Retrieved from https://digilib.itskesicme.ac.id/ojs/index.php/jic/article/view/558

References

Penurunan kadar Vitamin C). Diakses tanggal 10 Agutus 2019 http://digilib.unimus.ac.id /files/disk1/161/jtptunimus-gdl-riririsse-8040-3-babii.pdf.

Baso, Fajrul Fhalaq.2014.Uji Aktivitas Antimikroba dan Identifikasi Ektrak Buah Sawo Manila (Achras zapota L.) Terhadap Beberapa Mikroba Patogen Dengan Metode Difusi agar.Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin.Makassar.

Kusumiyati,dkk.2017.Kualitas Sawo (Achras zapota L) Kultivar Sukatali Selama Penyimpanan.Jurnal Agrikultura,28 (2).

Kusmiyati, Eni Dwi, Sri Trisnowati, Erlina Ambarwati.2014.Kajian Budidaya dan produktivitas Sawo (Manilkara zapota (L) van Royen) di Dusun Pasutan, Bogoran dan Pepe, Desa Trirenggo Kabupaten Bantul Yogyakarta.Vegetalika, Vol 3 No 1.

Kusumiyati, Farida, Wawan Sutari.2018.Penyuluhan Penanganan Pasca Panen Dalam Pematangan Buah-Buahan Menggunakan Etilen Cair di Desa Jatiroke Jatinagor.Vol 2 No 4.

Rosmaniar,Lilis.,Widia Ningsih,Ni Putu Ayu,Haula Nanda.(Juni 2018). Penentuan Kadar Vitamin C Beberapa Jenis Cabai (Capsium sp.) dengan Spektrofotometri UV-VIS.Jurnal Kimia Riset, Volume 3 No 1.

Safaryani, Haryanti & Hastuti. (2007). Pengaruh Suhu dan Penyimpanan terhadap Penurunan Kadar Vitamin C Brokoli (Brasea olerace L). Jurnal Anatomi dan Fisiologi, XV.

Sutarya, Roy Iman.2016.Perbandingan Antara Sawo Manila (Manilkara zapota) dengan Konsentari Gula Kelapa dan Lama pemanasan Terhadap Karakteristik Dodol sawo.Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pasundan.Bandung.