Text
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oliefera) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus bisa diobati dengan memberikan antibiotik yang bersifat antibakteri. Daun kelor memiliki kandungan aktif sebagai antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang bekerja menghancurkan membran sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimen, populasi yang digunakan adalah isolat bakteri Staphylococcus aureus dengan sampel suspensi koloni bakteri Staphylococcus aureus. Menggunakan teknik sampling Simple random sampling. Ekstraksi yang digunakan yaitu dengan cara dingin dengan metode maserasi, memilih daun kelor (Moringa oliefera) muda yang diekstraksi karena dipercaya senyawa antibakteri lebih banyak daripada daun tua. Menggunakan instrumen penelitian yaitu observasi. Perolehan hasil penelitian yaitu dengan cara mengukur diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Analisa data yang digunakan yaitu editing, coding dan tabulating dengan pengolahan data uji T sampel bebas menggunakan program SPSS dengan taraf kesalahan 5%. Perolehan hasil pada penelitian ini pada konsentrasi 100% didapatkan hasil terdapat zona hambat dengan diameter 8,62 mm. Sedangkan pada analisa data, didapatkan hasil signifikan 0,000 kurang dari 0,005 yang berarti H0 ditolak. Hasil uji daya hambat ekstrak daun kelor (Moringa oliefera) sebagai antibakteri diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai signifikan 0,000 kurang dari 0,005.
Kata kunci : Moringa oleifera, Staphylococcus aureus, Antibakteri
Tidak tersedia versi lain