Text
PENGARUH EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi. L) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans
Indonesia merupakan negara yang kaya akan tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat-obatan dan di olah secara modern maupun tradisional. Salah satunya ialah Belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.). Daun belimbing wuluh mengandung senyawa zat aktif saponin, flavonoid, tanin, glukosida, asam sitrat, asam format, dan beberapa mineral, terutama kalium dan kalsium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak daun belimbing wuluh (Avverhoa blimbi L.) mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans yang merupakan salah satu organisme komensal yang bertindak sebagai flora normal pada tubuh manusia dan tidak berbahaya. Keadaan ini dapat berubah menjadi patogen karena dalam kondisi tertentu dengan jumlah berlebihan dapat menekan sistem kekebalan tubuh inang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental. Populasi dalam penelitian ini menggunakan jamur Candida albicans dan sampel yang digunakan adalah sebagian isolat dari Candida albicans. Metode yang digunakan ialah difusi cakram dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian uji antifungi menggunakan ekstrak daun belimbing wuluh terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dengan menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 80% dan 100% didapatkan zona hambat pada konsentrasi 20% sebesar 9,3 mm, 40% sebesar 11,6 mm, 80% sebesar 14,3 mm, dan 100% sebesar 17,3 mm. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi. L) dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans.
Kata kunci : Ekstrak, Averrhoa blimbi .L, Candida albicans
Tidak tersedia versi lain