Text
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR (Di Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan ITSKes ICMe Jombang)
Pendahuluan: Mahasiswa tingkat akhir lebih berisiko mengalami quarter life crisis, karena dihadapkan oleh tekanan dan ketidakjelasan masa depan. Krisis ini menimbulkan perasaan khawatir, cemas, dan ketakutan. Jika krisis ini tidak dilewati dengan baik akan menimbulkan masalah pada kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian cross sectional. Populasi seluruh mahasiswa tingkat akhir di program studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan ITSKes ICMe Jombang sejumlah 90 mahasiswa, diambil menggunakan teknik simple random sampling, didapatkan sampel 73 mahasiswa. Variabel independen pola komunikasi keluarga dan variabel dependen quarter life crisis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji spearman rank dengan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden dengan kategori pola komunikasi keluarga fungsional sejumlah 49 orang (69,1%) dan hampir setengahnya responden dengan kategori quarter life crisis sedang sejumlah 29 orang (39,7%). Uji statistik spearman rank didapatkan nilai p=0,000 < α=0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan: Ada hubungan pola komunikasi keluarga dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di program studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan ITSKes ICMe Jombang. Saran bagi tenaga kesehatan dapat membuat konseling, bimbingan dan edukasi pentingnya pola komunikasi keluarga fungsional bagi mahasiswa terutama mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: Komunikasi keluarga, quarter life crisis, mahasiswa.
Tidak tersedia versi lain