Text
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN TERJADINYA KEKAMBUHAN GASTRITIS PADA REMAJA (STUDI DI PUSKESMAS JELAKOMBO KABUPATEN JOMBANG)
Pendahuluan: Kekambuhan gastritis dapat dipengaruhi oleh stres. Kekambuhan gastritis pada remaja yang mengalami stres cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang memiliki tingkat stres rendah. Perubahan itulah yang dapat merangsang sel-sel di dalam lambung memproduksi asam secara berlebihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan terjadinya kekambuhan gastritis pada remaja di Puskesmas Jelakombo Kabupaten Jombang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu semua remaja yang mengalami gastritis sebanyak 36 responden. Sampel penelitian ini semua pasien gastritis yang datang ke Puskesmas Jelakombo Kabupaten Jombang dalam 5 minggu. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling sebanyak 32 responden dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner kekambuhan gastritis dan PSS-10 untuk tingkat stres. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mengalami stres tingkat sedang sejumlah 23 remaja (71,9%), tingkat stres ringan sebanyak 8 remaja (25%), dan tingkat stres berat sebanyak 1 remaja (3,1%) dan sebagian besar remaja mengalami kekambuhan ringan sebanyak 19 remaja (59,4%) dan kekambuhan sedang sebanyak 13 remaja (40,6%). Uji statistic didapatkan nilai p = 0,012 < α 0,05 artinya H1 diterima. Analisis: Analisis data menggunakan uji Spearman-Rank. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat stres dengan terjadinya kekambuhan gastritis. Kata kunci: Tingkat Stres, Kekambuhan Gastritis
Tidak tersedia versi lain