Text
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI (Di SMK Bhakti Indonesia Medika Kota Mojokerto)
Pendahuluan: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan umum yang sering dialami oleh remaja putri sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Aktivitas fisik memiliki potensi untuk meningkatkan kadar endorfin yang berkontribusi dalam mengurangi gejala premenstrual syndrome (PMS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri. Metode: penelitian ini analitik kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 10 SMK Bhakti Indonesia Medika Kota Mojokerto sebanyak 93 orang, dengan sampel 75 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen aktivitas fisik dan variabel dependen premenstrual syndrome (PMS), diolah menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF). Pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan analisis menggunakan uji rank spearman dengan alpha 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan (62,7%) dan tingkat premenstrual syndrome kategori sedang (52,0%). Uji statistik rank spearman diperoleh nilai p=0,001 < α=0,05, maka H1 diterima. Kesimpulan: Ada hubungan aktivitas fisik dengan premenstrual syndrome pada remaja putri. Remaja putri disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik secara rutin dengan intensitas sedang hingga berat guna membantu mengurangi gejala premenstrual syndrome (PMS). Kata kunci: aktivitas fisik, PMS, remaja putri
Tidak tersedia versi lain