Text
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN A1C DAN KADAR KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN KEDIRI
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis dengan hiperglikemia akibat gangguan insulin dan berpotensi menimbulkan komplikasi, termasuk nefropati diabetik. HbA1c digunakan untuk menilai kontrol glikemik, sedangkan kreatinin serum mencerminkan fungsi ginjal. Mengingat tingginya prevalensi DM di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kediri, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dan kadar kreatinin pada pasien DM tipe 2. Tujuan: Hubungan antara Kadar HbA1c dan Kadar Kreatinin pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional pada pasien DM tipe 2 di RSUD Kabupaten Kediri, menggunakan purposive sampling dari rekam medis Februari–Maret 2025. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank (α=0,05) sesuai prinsip etika penelitian. Hasil: Dari 30 pasien DMT2 di RSUD Kabupaten Kediri tahun 2025, sebagian besar berusia lansia akhir (56–65 tahun, 53,3%) dan lebih banyak perempuan (66,7%). Sebanyak 70% pasien memiliki kadar HbA1c ≥7% (tidak terkontrol), sementara 36,7% menunjukkan peningkatan kreatinin (>1,2 mg/dL). Uji korelasi Spearman mendapatkan p=0,162 (p>0,05), menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c dan kreatinin. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dan kadar kreatinin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Kediri. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, Kreatinin
Tidak tersedia versi lain