Text
DETEKSI IMUNOGLOBULIN M (IgM) DAN IMUNOGLOBULIN G (IgG) PADA PENDERITA DEMAM TIFOID DI PUSKESMAS MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG
Pendahuluan: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Diagnosis cepat dan akurat diperlukan untuk mencegah komplikasi, salah satunya melalui deteksi antibodi Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan IgM dan IgG pada penderita demam tifoid di Puskesmas Mojoagung Kabupaten Jombang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 25 pasien demam tifoid yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan antibodi IgM dan IgG dilakukan menggunakan metode imunokromatografi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia remaja (52%) dan berjenis kelamin perempuan (56%). Pemeriksaan antibodi IgM menunjukkan 68% responden positif, sedangkan antibodi IgG hanya 20% responden yang positif. Kesimpulan: Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas pasien masih berada pada fase infeksi akut dengan dominasi antibodi IgM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas penderita demam tifoid di Puskesmas Mojoagung Kabupaten Jombang menunjukkan hasil positif IgM, sedangkan sebagian besar hasil IgG negatif. Deteksi antibodi IgM dan IgG dapat digunakan sebagai metode diagnosis yang lebih akurat dibandingkan uji Widal, serta membantu dalam menentukan fase infeksi tifoid pada pasien. Kata Kunci: Demam tifoid, Salmonella typhi, Imunoglobulin M, Imunoglobulin G, Imunokromatografi
Tidak tersedia versi lain