Text
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI PREMATURE (STUDI di RUANG ARIMBI RSUD JOMBANG)
Pendahuluan: Bayi prematur masih menjadi salah satu masalah kesehatan neonatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi. Ketidakmatangan organ tubuh, seperti sistem pernapasan, termoregulasi, pencernaan, dan sistem imun, menyebabkan bayi prematur berisiko mengalami gangguan pernapasan, hipotermia, infeksi, serta gangguan nutrisi dan tumbuh kembang. Peran perawat sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup bayi prematur. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada bayi prematur di Ruang Arimbi RSUD Jombang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Partisipan adalah bayi prematur dengan usia kehamilan 32–36 minggu yang dirawat di Ruang Arimbi RSUD Jombang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bayi mengalami gangguan pernapasan, refleks hisap dan menelan lemah, risiko hipotermia, serta berat badan lahir rendah.
Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi gangguan pertukaran gas, pola napas tidak efektif, risiko hipotermia, risiko infeksi, risiko defisit nutrisi, risiko ikterus neonatus, serta risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan respirasi, manajemen termoregulasi, pencegahan infeksi, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta stimulasi tumbuh kembang. Implementasi dilakukan sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Evaluasi selama masa perawatan menunjukkan kondisi bayi
berangsur membaik. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada bayi prematur yang mengalami gangguan pernapasan serta memiliki risiko hipotermia, infeksi, dan gangguan pemenuhan nutrisi, yang dilaksanakan melalui dukungan pernapasan, manajemen termoregulasi, pencegahan infeksi, dan pemenuhan nutrisi, menunjukkan adanya perbaikan kondisi bayi dan penurunan risiko komplikasi selama masa perawatan.
Kata kunci: Bayi Prematur, Asuhan Keperawatan, Gangguan Pernapasan
Ketersediaan
#
My Library
610.73 Agu a
11577
Tersedia
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
610.73 Agu a
- Penerbit
-
Jombang :
ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang.,
2026
- Deskripsi Fisik
-
xix + 96 h.,ill ind., 27 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
610
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
-
- Subjek
-
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
-
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
- ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI PREMATURE (STUDI di RUANG ARIMBI RSUD JOMBANG)
Pendahuluan: Bayi prematur masih menjadi salah satu masalah kesehatan neonatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi. Ketidakmatangan organ tubuh, seperti sistem pernapasan, termoregulasi, pencernaan, dan sistem imun, menyebabkan bayi prematur berisiko mengalami gangguan pernapasan, hipotermia, infeksi, serta gangguan nutrisi dan tumbuh kembang. Peran perawat sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup bayi prematur. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada bayi prematur di Ruang Arimbi RSUD Jombang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Partisipan adalah bayi prematur dengan usia kehamilan 32–36 minggu yang dirawat di Ruang Arimbi RSUD Jombang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bayi mengalami gangguan pernapasan, refleks hisap dan menelan lemah, risiko hipotermia, serta berat badan lahir rendah.
Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi gangguan pertukaran gas, pola napas tidak efektif, risiko hipotermia, risiko infeksi, risiko defisit nutrisi, risiko ikterus neonatus, serta risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan respirasi, manajemen termoregulasi, pencegahan infeksi, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta stimulasi tumbuh kembang. Implementasi dilakukan sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Evaluasi selama masa perawatan menunjukkan kondisi bayi
berangsur membaik. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada bayi prematur yang mengalami gangguan pernapasan serta memiliki risiko hipotermia, infeksi, dan gangguan pemenuhan nutrisi, yang dilaksanakan melalui dukungan pernapasan, manajemen termoregulasi, pencegahan infeksi, dan pemenuhan nutrisi, menunjukkan adanya perbaikan kondisi bayi dan penurunan risiko komplikasi selama masa perawatan.
Kata kunci: Bayi Prematur, Asuhan Keperawatan, Gangguan Pernapasan
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar