Perpustakaan ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Login Pemustaka
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) DI RSUD JOMBANG
Penanda Bagikan

Text

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) DI RSUD JOMBANG

Andreas Nando Pamungkas - Nama Orang;

Latar Belakang : Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksi yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan sangat umum di Indonesia. Hipertermia, yang dapat menyebabkan komplikasi serius, adalah salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien DHF. Tujuan: Memberikan penjelasan tentang perawatan yang diberikan kepada dua anak DHF dengan masalah keperawatan utama yang berkaitan dengan hipertermia di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. Metode : Penelitian memakai pendekatan studi kasus deskriptif terhadap dua pasien anak dengan diagnosis DHF. Berbagai metode pengumpulan data seperti wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi keperawatan digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil : Anak 1 berusia 11 tahun mengalami suhu tinggi (3,9 °C), mual, muntah, dan lemas. Anak 2 berusia 9 tahun juga mengalami suhu tinggi (3,8 °C), bersama dengan mual, dan kondisi umum yang lemah. Sebagai diagnosa utama hipertermia, keduanya menerima perawatan keperawatan. Mereka juga menerima perawatan untuk mencegah perdarahan, risiko syok hipovolemik, defisit nutrisi, dan nyeri akut. Kompresi air hangat, pengawasan suhu, pemberian cairan, instruksi tirah baring, dan kolaborasi pemberian antipiretik dan cairan infus adalah semua tindakan yang dilakukan. Kesimpulan: Kedua pasien tersebut didiagnosa dengan hipertermia. Karena manifestasi klinis dan respons fisiologis kedua anak berbeda, asuhan yang sistematis dan berkolaborasi berhasil menurunkan suhu tubuh dan memperbaiki kondisi umum masing-masing anak. Akibatnya, masalah keperawatan telah diselesaikan. Kata Kunci: Dengue Haemorrhagic Fever, Hipertermia, Asuhan Keperawatan


Ketersediaan
#
My Library 610.73 Pam a
11607
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
610.73 Pam a
Penerbit
Jombang : ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang., 2025
Deskripsi Fisik
xx + 75 h.,ill ind., 27 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
610
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Asuhan Keperawatan
Hipertermia
Dengue Haemorrhagic Fever
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) DI RSUD JOMBANG
    Latar Belakang : Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksi yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan sangat umum di Indonesia. Hipertermia, yang dapat menyebabkan komplikasi serius, adalah salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien DHF. Tujuan: Memberikan penjelasan tentang perawatan yang diberikan kepada dua anak DHF dengan masalah keperawatan utama yang berkaitan dengan hipertermia di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. Metode : Penelitian memakai pendekatan studi kasus deskriptif terhadap dua pasien anak dengan diagnosis DHF. Berbagai metode pengumpulan data seperti wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi keperawatan digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil : Anak 1 berusia 11 tahun mengalami suhu tinggi (3,9 °C), mual, muntah, dan lemas. Anak 2 berusia 9 tahun juga mengalami suhu tinggi (3,8 °C), bersama dengan mual, dan kondisi umum yang lemah. Sebagai diagnosa utama hipertermia, keduanya menerima perawatan keperawatan. Mereka juga menerima perawatan untuk mencegah perdarahan, risiko syok hipovolemik, defisit nutrisi, dan nyeri akut. Kompresi air hangat, pengawasan suhu, pemberian cairan, instruksi tirah baring, dan kolaborasi pemberian antipiretik dan cairan infus adalah semua tindakan yang dilakukan. Kesimpulan: Kedua pasien tersebut didiagnosa dengan hipertermia. Karena manifestasi klinis dan respons fisiologis kedua anak berbeda, asuhan yang sistematis dan berkolaborasi berhasil menurunkan suhu tubuh dan memperbaiki kondisi umum masing-masing anak. Akibatnya, masalah keperawatan telah diselesaikan. Kata Kunci: Dengue Haemorrhagic Fever, Hipertermia, Asuhan Keperawatan
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Pusat Pendidikan Teknologi Sains dan Kesehatan, dengan Moto “ICME THE BEST” ~Intellectuality, Creativity, Morality, Empathy, Trust, Health, Esthethic, Brilliant, Excellency, Spirit dan Totality.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?